Senin, 16 Mei 2016

Pantai Widuri Pemalang

Asal Usul Nama Widuri
Pantai Widuri merupakan salah satu oyek wisata kabupaten Pemalang yang sudah cukup dikenal di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura). Terletak di Desa Widuri, kabupaten Pemalang, sekitar 3 kilometer ke arah utara dari Alun-alun Pemalang. Mulanya Pantai ini dikenal oleh masyarakat sekitar dengan nama Tlincing. Kemudian dijadikan daerah wisata oleh Pemda Pemalang dan diberi nama Widuri, sesuai dengan nama desa di mana pantai itu berada, kalau di Jakarta Pantai Ancol.
Nama pantai Widuri diambil dari legenda Nyi Widuri. Ia seorang wanita cantik jelita yang hidup di desa tersebut. Jika Anda sedang berada di ibukota kabupaten Pemalang atau tepatnya berada di alun-alun kota maka cobalah anda menghadap utara maka akan terlihat jalan lurus dari depan kabupaten sampai ke pantai Widuri. Konon, menurut legenda Pemalang, jalan lurus tersebut dibuat oleh seorang Patih yang sangat sakti mandraguna. Apabila diperintah, beliau selalu menjawab sampun (sudah terlaksana), kemudian Patih itu dikenal dengan nama Patih Sampun.

Sebenarnya garis pantainya tidak terlalu luas. Jika Anda berencana melewati daerah Pemalang setelah Lebaran dan berniat mampir ke pantai ini, maka bersiaplah untuk terkejut. Pada saat Lebaran, pantai ini akan sangat penuh dengan pengunjung. Begitu padat oleh warga setempat maupun wisatawan. Laut Jawa nan lepas menjadi panorama utamanya.
Pantai Widuri Pemalang menyajikan pemandangan alam nan eksotis namun ekonomis ini banyak ditumbuhi pohon-pohon besar yang sudah berumur puluhan bahkan ratusan tahun. menikmati ASRInya alam Widuri dengan Duduk di bawah pohon pinggir pantai bersama keluarga, adapun tiket masuk cukup membayar Rp. 5.000,-/kendaraan roda empat.

Pada bulan-bulan tertentu dapat dijumpai pasangan pengantin (lengkap dengan baju kebesarannya) tengah menikmati bulan madu mereka. Konon dengan berekreasi ke Pantai Widuri akan memperkuat jalinan cinta dan kesetiaan mereka.
Bagi sebagian pengunjung, bermain air di pantai merupakan favorit mereka, terutama anak-anak yang tampak begitu asik menikmati bermain air di pantai lepas. Menggunakan pelampung kecil, anak-anak juga bisa berenang di tepian pantai dengan pengawasan orang tua tentunya agar tidak ada kecelakaan.
Selamat menikmati Wisata Pantai Widuri bersama Keluarga.
Sumber: media wisata daerah













Jalan-jalan Lokasi Obyek Wisata Guci Tegal

Asal Mula Nama Guci
Mungkin kalau dari nama, kita beranggapan, guci adalah sebuah pot yang indah dan membuat orang tertarik melihatnya. Tapi ternyata Guci disini yang dibahas adalah nama sebuah objek wisata di daerah Tegal dan sangat terkenal. Objek wisata Guci ini adalah sebuah objek wisata air panas, yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit dan konon membuat awet muda.
Kepercayaan ini berawal dari sebuah cerita adanya suatu Pedukuhan yang bernama Kaputihan yang berarti putih belum tercemar atau masih suci. belum tercemar oleh agama dan peradaban lain.
Istilah Kaputihan pertama kali yang memperkenalkan adalah Beliau yang di kenal dengan Kyai Ageng Klitik (Kyai Klitik) yang nama sesungguhnya adalah Raden Mas Arya Wiryo cucu Raden Patah Bangsawan dari Keraton Mataram Ngayogjokarto Hadiningrat asal dari Demak. Setelah beliau Kyai Klitik menetap lama di lereng gunung Slamet (kampung Kaputihan) maka banyak warga berdatangan dari tempat lain sehingga kampung kaputihan menjadi ramai. Suatu ketika datanglah Syech Elang Sutajaya utusan Sunan Gunung Jati (Syeh Syarif Hidayatulloh) dari Pesantren Gunungjati Cirebon untuk Syiar Islam. Dan kebetulan di kampung kaputihan sedang terjadi pageblug (wabah penyakit merajalela banyak terjadi bencana alam dan tanaman di serang hama dll.)
Sehingga Beliau Elang Sutajaya memohon petunjuk kepada Allah SWT dengan semedi kemudian Alloh SWT memberi petunjuk supaya masyarakat kampung Kaputihan meningkatkan Iman dan Taqwanya kepada Alloh SWT dengan menggelar Tasyakuran, memperbanyak sedekah dan yang terkena wabah penyakit agar meminum air dari kendi (guci) yang sudah di do’a kan oleh Sunan Gunungjati.
Mitos Guci
Menurut mitos yang telah beredar selama ratusan tahun, air panas Guci adalah air yang diberikan Walisongo kepada orang yang mereka utus untuk menyiarkan agama Islam ke Jawa Tengah bagian barat di sekitar Tegal. Karena air itu ditempatkan di sebuah guci (poci), dan berkhasiat mendatangkan berkat, masyarakat menyebut lokasi pemberian air itu dengan nama Guci.
Tetapi karena air pemberian wali itu sangat terbatas, pada malam Jumat Kliwon, salah seorang sunan menancapkan tongkat saktinya ke tanah. Atas izin Tuhan, mengalirlah air panas tanpa belerang yang penuh rahmat ini. Nah, Sampai saat ini, setiap malam Jumat Kliwon, banyak orang datang dan mandi di tempat pemandian air panas ini untuk mendapat berkah. Bagi masyarakat sekitar obyek wisata ini, Guci adalah air hangat yang mengalir deras dari ujungnya, terus-menerus, tanpa henti. Kehangatan airnya dipercaya bisa menyembuhkan penyakit.
Ada sekitar 10 air terjun yang terdapat di daerah Guci. Di bagian atas pemandian umum disebut pancuran 13. Agak jauh sekitar satu kilometer, terdapat air terjun dengan air dingin bernama Air Terjun Jedor. Dinamai begitu karena dulu tempat di sekitar air terjun setinggi 15 meter itu adalah milik seorang Lurah yang bernama Lurah Jedor.
Pemandian pancuran 13 adalah lokasi yang paling banyak dikunjungi orang. Disebut begitu karena memiliki pancuran berjumlah 13 (tigabelas) buah. Pemandian ini bisa dinikmati siapa saja alias tidak bayar. Selain itu, berendam di pancuran tujuh merupakan alternative lainnnya. Di pancuran ini, penduduk desa Guci juga sering mandi entah untuk keperluan mencari berkat maupun untuk menyembuhkan penyakit seperti rematik atau penyakit kulit lain.
Sumber: media wisata daerah













Rabu, 10 Februari 2016

Kilas Cerita Berdirinya Musholla al-Fudhola Blok F Graha Prima

Sekilas Tentang Musholla Al-Fudhola Blok F RW.016/III Perumahan Graha Prima
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah SWT. Kita memohon pertolongan-Nya dan ampunan serta perlindungan-Nya dari segala keburukan dan kelemahan. Barang siapa yang diberi hidayah-NYA, tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi, dan barangsiapa yang tidak mendapat hidayah, tidak ada sesuatu pula yang mampu menolongnya.
Subhanallahi walhamdulillahi walaa ilaha illallah wallahu akbar.

Sholawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah menyampaikan risalah-Nya, memberi nasehat dan membawa umat menuju kesempurnaan hidup lahir batin, dunia akhirat. kita berharap termasuk umatnya yang mendapat syafa'at Beliau, hingga nanti di Yaumil Akhir, Amiin.

A.      LATAR  BELAKANG

Membangun Masjid/Musholla, memakmurkan dan menyediakan untuk orang-orang shalat termasuk amal yang  utama. Allah akan memberikan kepadanya pahala berlipat ganda. Ia termasuk shadaqah jariyah yang pahalanya berlanjut hingga seseorang telah meninggal dunia.
Memakmurkan Masjid/Musholla juga mempunyai pengaruh positif bagi pembinaan masyarakat dalam rangka peningkatan kualitas hidup masyarakat dan negara. Oleh karena itu setiap muslim harus ikut berperan dalam kemakmuran masjid/musholla sebagaimana firman Allah SWT.
dalam Al-Qur’an :

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللهِ مَنْ آمَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا الله َ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ .
Artinya :
Hanyalah yang memakmurkan Masjid-Musholla Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut kepada siapapun selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk” (Q.S. At-Taubah : 18)

Nama  Musholla Al-Fudhola
Terbentuknya tim “Kepanitian Pembangunan” guna melaksanakan dan mewujudkan sebuah Musholla, merupakan tempat ibadah sarana yang didambakan warga Blok F dan dibiayai atas swadaya masyarakat. Dan tepatnya hari Sabtu 3 Juli 1999 dalam acara pertemuan pembahsan (lanjutan) Panitia, Pengurus RT.08 serta Tokoh Masyarakat Blok F (saat itu masih satu RT.) nama Musholla “Al-Fudhola” disepakati, setelah pada bulan Maret 1999 dilaksanakan “Peletakan Batu Pertama”. Kemudian dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan (Desember) dan Idul Fitri 1420 H/2000 M. Musholla Al-Fudhola dengan masih kondisi beratapkan terpal dan ditambah tenda milik inventaris RT (cuaca saat itu musim hujan) Musholla Al-Fudhola pertama digunakan untuk kegiatan Shalat Tarawih berjama’ah, tadarus al-Qur’an, sekaligus menghimpun dana/infaq jariyah.

1.     Arti Al-Fudhola
Secara harfiah, Al-Fudhola adalah bentuk jama’ (Plural) dari kata ‘Fadhilah’ yang artinya ‘Keutamaan’ dengan mendapat imbuhan Al di depannya. Dengan nama ini diharapkan Al-Fudhola dapat menjadi bernilai lebih sebagai tempat ibadah. Tentu yang dimaksud adalah ‘lebih’ pada hal-hal yang positif.
Banyak orang yang keliru dalam penyebutan atau penulisannya. Ada yang menulisnya tanpa huruf ‘h’. Tambahan huruf ditengah ialah sebagai akibat transliterasi kata Arab bahwa Kata Arab yang dilambangkan dengan huruf ‘dh’ itu menunjukkan kata tersebut menggunakan huruf dhad bukan huruf dal.  
Ada juga yang menulisnya Al-Fudholah dengan tambahan huruf ‘h’ di belakangnya. Kami sempat bertanya (tentunya kepada yang mengerti arti dan maksud) dengan menulis seperti itu apa alasannya. Dan dijawab alasannya bahwa umumnya orang disekitar wilayah tersebut mengatakan seperti itu. Yakni selalu mengucap kata dengan bersuara huruf ‘h’ di belakangnya.  Kata Al-Fudholah akan terasa lebih parah lagi apabila tidak dibubuhi tanda (-) Alfu Dholah. Bila ini terjadi maka artinya jauh melenceng dari tujuan utama penamaannya. Bila ditulis demikian, maka Alfu artinya Seribu sedangkan Dholah artinya  Kesesatan. A’udzu Billaah Min Dzalik  (Aku Belindung Kepada Allah dari yang demikian itu).

2.      Lokasi Al-Fudhola
https://goo.gl/maps/CrYpsX1dsS62
Musholla Al-Fudhola terletak di Blok F Perumahan Graha Prima, Desa Mangun Jaya Kec. Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. Blok F adalah merupakan wilayah lokasi perumahan dengan berbagai type termasuk nama-nama blok lainnya, seperti A, B, C dan seterusnya hingga huruf I. Blok F sekarang terdiri dari 2 RT dengan jumlah penghuni penduduk lebih 270 KK (kepala keluarga). Dan lintas transoprtasi dilalui dengan angkutan kota (angkot) no.16B rute Graha Prima - Bekasi melewati Kantor Desa Mangun Jaya, Pasar Tambun, dan lampu perempatan Bulak Kapal.

3.       Kegiatan Ibadah dan Umum
Dalam rangka meningkatkan fungsi Masjid/Musholla sebagai tempat ibadah dan pembinaan umat khususnya di wilayah Blok F RW.016/III Perumahan Graha Prima, dimana kehidupan masyarakat yang sudah begitu majemuk dan ramai, dan untuk meningkatkan daya tampung dalam melaksanakan ibadah (shalat berjama’ah) dengan sebaik-baiknya serta agar Syi’ar keagamaan semakin menggema karena membutuhkan banyak perbaikan dan tidak memadainya kondisi fisik bangunan, maka perlu adanya pembangunan Renovasi Musolla Al-Fudhola yang merupakan program Pengurus DKM Musholla Al-Fudhola jangka panjang.
Seperti kita pahami bahwa sejak zaman Rasulullah Muhamad SAW. Masjid bukan hanya tempat ibadah tetapi merupakan pusat kegiatan berdimensi luas. Ketika Rasulullah SAW dan para sahabatnya Hijrah dari Mekkah ke Madinah, beliau singgah di suatu tempat yang dikenal dengan Quba. Disinilah Rasulullah membangun sebuah Masjid yang diberi nama Masjid Quba. Begitu juga ketika sampai di Madinah Rasulullah membangun Masjid Nabawi. Ini semua menunjukan bahwa Masjid memiki kedudukan yang sangat penting bagi kaum Muslimin.
Di zaman Rasulullah SAW, Masjid menjadi sarana untuk memperkokoh iman para sahabatnya. disamping itu, Masjid juga digunakan sebagai sarana peribadatan dan tempat mengkaji ajaran Islam.
Allah berfirman :
Hanyalah yang memakmurkan Masjid-Musholla Allah adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, dan Hari Kemudian, serta tetap mendirikan Shalat, menunaikan Zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS: At-Taubah: 18).
Rasulullah SAW menjadikan Masjid/Musholla sebagai sentral ilmu pengetahuan. Dan dari Masjidlah Rasulullah membina masyarakat baru Madinah. Ahlu Suffah adalah mereka yang banyak mengambil manfaat dari ajaran Rasulullah. Disamping mereka tinggal dibagian belakang masjid mereka juga sangat tekun menghafal hadist-hadist Rasullah SAW. Abu Hurairah adalah salah seorang dari ratusan Ahli Shuffah yang banyak meriwayat hadist dibandingkan sahabat lainnya. Tradisi menjadikan Masjid sebagai pusat ilmu pengetahuan ini diteruskan oleh para Ulama Muslimin dalam mengembangkan Risalah Islam setelah wafatnya Rasulullah SAW.
Di era modern sekarang ini kita harus mampu memerankan dan memakmurkan Masjid/Musholla. Memakmurkan Masjid/Musholla mempunyai dua pengertian. Hissi dan Maknawi. Hissi berarti membangun Masjid/Musholla secara fisik, membersihkannya, melengkapi sarana tempat wudhu dan sarana yang lainnya. Sedangkan memakmurkan Masjid secara Maknawi adalah meramaikan Masjid/Musholla dengan shalat berjama`ah, membaca al-Quran, i`tikaf, dan ibadah-ibadah lainnya. Dan yang tidak kalah penting adalah menjadikan Masjid/Musholla sebagai pusat kegiatan dan pengembangan masyarakat. Dan disamping itu kita harus bisa memposisikan Masjid/Musholla sebagai wadah pemersatu kaum Muslimin Muslimat. Menghidupkan kembali peranan Masjid/Musholla dengan segala macam aktivitas yang telah kita paparkan diatas yang telah terbukti membawa kaum Muslim pada puncak peradaban besar.
Memperhatikan dasar-dasar pemikiran tersebut, Pengurus DKM Musholla Al-Fudhola bersama masyarakat sekitar dan para tokoh masyarakat, telah mufakat akan merealisasikan program tersebut dengan membentuk Kepanitiaan Pembangunan Renovasi Musholla Al-Fudhola. Untuk mewujudkan program tersebut tentunya memerlukan Dana dan Materiil. Untuk itu pada kesempatan ini Kami membuka mengajak kaum Muslimin Muslimat untuk berpartisipasi dalam mewujudkan pembangunan Renovasi Musholla Al-Fudhola yang terletak di wilayah Blok F RW.016/III Perumahan Graha Prima Desa Mangun Jaya, Tambun Selatan Kabupaten Bekasi.

B.      LANDASAN
1.       Firman Allah SWT.
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan”. (QS. AI Baqarah : 245)

2.       Sabda Rasulullah Muhammad SAW.

Barang siapa yang telah membangunkan sebuah masjid/musholla, yang sengaja mencari keridhaan Allah, nanti Allah buatkan pula untuknya sebuah rumah di dalam syurga”. (HR. Bukhari dan Muslim).

C.      NAMA DAN TEMPAT KEGIATAN
" Pembangunan Renovasi Musholla Al-Fudhola "
Blok F Perumahan Graha Prima RW.016/III Desa Mangun Jaya Tambun Selatan Bekasi.
website- pembangunan al-fudhola, e-mail: alfudhola16graha@gmail.com
Motto: Bersama Jama’ah, Umat, dan Warga Kita Bisa . . . !!!

D.      MAKSUD DAN TUJUAN
1.    Menjadikan Musholla Al-Fudhola salah satu sebagai tempat kegiatan yang bernuansa ke-Islaman untuk masyarakat setempat dan sekitarnya.
2.     Menjadikan Musholla Al-Fudhola sebagai tempat untuk melakukan ibadah terutama sholat wajib berjama’ah secara rutin agar kualitas sholat dapat terjaga dan meningkat.
3.    Menjadikan Musholla Al-Fudhola sebagai sarana untuk pencerahan dan pendidikan Agama Islam secara nonformal.
4.     Menjadikan Musholla Al-Fudhola sebagai sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi khususnya antar warga muslim dan warga lainnya.
5.    Meningkatkan kesadaran masyarakat dan tanggung jawab umat Islam terhadap kemajuan dan wawasan ilmu keagamaan melalui Syi’ar Agama, kegiatan PHBI sebagai wujud Keimanan dan Ketaqwaan (Imtaq) kepada Allah SWT.

E.      PANITIA PELAKSANA PEMBANGUNAN RENOVASI
          (Terlampir dalam berkas Proposal).
F.      WAKTU PELAKSANAAN
Kegiatan pembangunan Renovasi Musholla Al-Fudhola ini direncanakan membutuhkan waktu selama 4 (empat) tahun. Terhitung pada bulan Januari 2014 hingga Desember tahun 2017.
(berharap lebih cepat lebih baik dari waktu yang direncanakan).
G.     ANGGARAN BIAYA
Biaya yang kami perlukan/butuhkan dalam mensukseskan Pembangunan Renovasi Musholla Al-Fudhola ini sebesar Rp. 758.407.500,- (Tujuh ratus lima puluh delapan juta empat ratus tujuh ribu lima ratus ribu rupiah). Perincian anggaran sebagaimana terlampir.
Catatan: akan menjadi lebih kebutuhan dari target nilai biaya yang dibutuhkan.

H.      SUMBER DANA
Sumber dana berasal dari :
1.     Kas Musholla Al-Fudhola
2.     Infaq dan Shadaqah Umat Islam
3.     Sumber lain, para Donatur, Dermawan, dan Donatur Tetap yang tidak mengikat.

I.       PENUTUP
Demikian sekilas Musholla Al-Fudhola, sebagai motivasi dukungan maupun semangat bagi tim Panitia dalam membangun mewujudkan Musholla Al-Fudhola yang permanent, sarana ibadah untuk lebih meningkatkan iman dan taqwa (Imtaq) kepada Allah SWT bagi umat Islam, khususnya masyarakat warga Blok F Perumahan Graha Prima dan sekitarnya. Peran serta dan partisipasi semua pihak sangat diharapkan sehingga rencana dan pelaksanaan pembangunan renovasi akan dapat berjalan lancar, sampai tahap penyelesaian. Akhirnya, semoga amal ibadah kita dapat diterima Allah SWT.
Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.

Allah SWT dalam Al-Qur’an berfirman :

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ الله ِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَ نْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَالله ُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَالله ُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ .
Artinya:
”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah: 261).

Billahittaufiq wal hidayah
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Graha Prima, 30 Januari 2015
Panitia Pelaksana Pembangunan Renovasi Musholla Al-Fudhola
Blok F Perumahan Graha Prima RW.016/III DesaMangun Jaya Tambun Bekasi.